Drainase Buruk Picu Banjir Berulang di Bali

Pemerintahan24 Dilihat
banner 468x60

DENPASAR BALI, Radarinspirasi.com – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Bali dalam dua hari terakhir. Selain dipicu curah hujan tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali menyebut persoalan drainase dan tata ruang menjadi faktor utama terjadinya banjir berulang.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengatakan meningkatnya intensitas hujan akibat pengaruh tidak langsung Siklon 39S memperlihatkan lemahnya sistem aliran air di beberapa kawasan. Akibatnya, genangan tidak hanya terjadi di bantaran sungai, tetapi meluas ke permukiman warga.

banner 336x280

Menurut Teja, daya dukung lingkungan di sejumlah wilayah belum mampu menyalurkan debit air dengan baik. Tata ruang yang tidak sesuai serta sistem drainase yang belum optimal menjadi penyebab utama terjadinya genangan saat hujan lebat.

Ia menjelaskan karakter banjir kali ini berbeda dengan kejadian pada September lalu. Jika sebelumnya banjir disebabkan luapan sungai dari wilayah hulu, kini genangan justru banyak terjadi di kawasan padat penduduk seperti Padangsambian, Sanur, Seminyak, dan Kuta.

BPBD Bali mencatat peningkatan ketinggian air di sejumlah titik. Jika sebelumnya genangan hanya di bawah lutut, kini di beberapa lokasi air mencapai sepinggang orang dewasa. Meski air relatif cepat surut setelah hujan berhenti, potensi banjir tetap tinggi jika curah hujan terus berlanjut.

Teja menegaskan banjir yang cepat surut tidak berarti persoalan telah selesai. Tanpa perbaikan sistem drainase dan penataan ruang, banjir dipastikan akan kembali terjadi pada musim hujan mendatang.

Sebagai solusi jangka panjang, BPBD Bali mendorong rekayasa tata ruang, peningkatan kapasitas drainase, serta pengelolaan infrastruktur dan kebersihan saluran air agar mampu menghadapi dampak cuaca ekstrem dan perubahan iklim.

Dalam dua hari terakhir, BPBD Bali mencatat 34 titik banjir di wilayah Denpasar dan Badung, masing-masing 20 dan 14 titik. Selain itu, banjir juga melanda Karangasem, Gianyar, dan Jembrana. Meski tidak ada pengungsian massal, satu warga di Gianyar dilaporkan mengalami luka.

Saat ini, BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pembersihan pascabanjir. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan diperkirakan masih terjadi, terutama pada sore hari.(Red)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *