Menuju Wisata Kelas Dunia, Bali Luncurkan Gerakan “SAPA BALI 2025”: Destinasi Nyaman Tanpa Polusi Asap

Uncategorized32 Dilihat
banner 468x60

BADUNG, BALI – Pemerintah Provinsi Bali secara resmi mensosialisasikan inisiatif terbaru bertajuk SAPA BALI 2025 (Sadar Paparan Asap Bali). Program ambisius ini bertujuan untuk mentransformasi kawasan wisata populer menjadi area yang lebih sehat dan nyaman dengan meminimalisir paparan asap rokok dan residu pembakaran (TAR) di ruang publik.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya permintaan pasar global akan wellness tourism (wisata kebugaran) dan standar kenyamanan udara yang lebih tinggi di destinasi wisata internasional.

banner 336x280

Prioritas Kenyamanan bagi Keluarga dan Lansia

Fokus utama dari SAPA BALI 2025 adalah menciptakan zona ramah keluarga di lokasi-lokasi strategis seperti Pantai Sanur, kawasan ITDC Nusa Dua, hingga pusat budaya Ubud. Dengan adanya zona bebas asap yang tertata, wisatawan lansia dan keluarga yang membawa anak kecil kini dapat menikmati keindahan alam Bali tanpa harus terganggu oleh polusi asap di area publik.

“Kami ingin Bali tidak hanya dikenal karena keindahannya, tapi juga karena kualitas udaranya. Wisatawan yang datang untuk healing harus benar-benar mendapatkan kesegaran udara yang murni,” ujar I Made Gunarta, salah satu praktisi pariwisata di Bali.

Standar Internasional di Destinasi Populer

Beberapa poin utama dalam inisiatif SAPA BALI 2025 meliputi:

  • Zona Khusus Terintegrasi: Penataan area khusus bagi perokok yang ditempatkan secara terpisah dan estetis, sehingga tidak mengganggu estetika pemandangan maupun kenyamanan wisatawan non-perokok.

  • Edukasi Wisatawan: Pemasangan papan informasi yang edukatif namun tetap ramah (tourist-friendly) di pintu masuk destinasi wisata.

  • Kolaborasi Pelaku Usaha: Restoran dan kafe di sepanjang garis pantai didorong untuk menyediakan area outdoor yang benar-benar bersih dari residu asap untuk meningkatkan pengalaman bersantap.

Daya Tarik bagi Turis Mancanegara

Bagi turis dari negara-negara dengan regulasi kesehatan ketat seperti Australia, Jepang, dan negara-negara Eropa, inisiatif ini merupakan angin segar. Keberadaan kawasan yang bersih dari asap dan residu TAR diprediksi akan meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan lansia yang biasanya sangat selektif terhadap kualitas lingkungan.

Bali sedang mengirimkan pesan kuat kepada dunia: Bahwa menjaga tradisi bisa berjalan beriringan dengan standar kesehatan publik modern.

 

banner 336x280

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed