TEMUGURUH – BANYUWANGI, radarinspirasi.com – Industri pariwisata dan perhotelan dunia terus mengalami transformasi pasca-pandemi, dengan standar pelayanan yang semakin ketat. Merespons dinamika tersebut, Tempat Uji Kompetensi (TUK) American English Course (AEC) yang berlokasi di Dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, mengambil langkah proaktif. Pada Kamis (18/12/2025), lembaga ini sukses menyelenggarakan agenda besar bertajuk Uji Kompetensi Perhotelan Banyuwangi.
Kegiatan sertifikasi profesi ini diikuti oleh 27 peserta didik yang berasal dari dua institusi pendidikan vokasi terkemuka di Bumi Blambangan, yakni LKP American English Course (AEC) dan LKP Blambangan College. Melalui pengujian ini, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan praktis, tetapi juga pengakuan legalitas yang diakui oleh negara dan industri internasional, khususnya di sektor kapal pesiar.
Sinergi Pemerintah Desa dan Pendidikan Vokasi
Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dusun Tojo Kidul, Aris Mufaidzin. Kehadiran perangkat desa dalam agenda pendidikan ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah level terbawah dengan lembaga pendidikan untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat melalui jalur profesi.
Dalam pidato pembukaannya, Aris Mufaidzin menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Dusun Tojo Kidul sebagai lokasi pusat pengujian kompetensi tingkat kabupaten ini. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TUK AEC dan seluruh pihak yang terlibat. Penyelenggaraan uji kompetensi perhotelan Banyuwangi ini adalah bukti nyata bahwa kualitas SDM dari desa tidak boleh dipandang sebelah mata. Kami berharap, sertifikasi ini menjadi jembatan bagi anak-anak muda kami untuk mengubah nasib dan berkarir di perusahaan-perusahaan besar dunia,” ungkap Aris dengan penuh optimisme.
Beliau juga menambahkan bahwa pendidikan keterampilan seperti ini merupakan solusi konkret dalam menciptakan kemandirian ekonomi bagi pemuda setempat, sehingga mereka tidak hanya mencari kerja, tetapi menjadi tenaga ahli yang dicari oleh pasar.
Tiga Pilar Utama dalam Uji Kompetensi
Uji kompetensi ini tidak dilakukan secara sembarangan. Standar yang digunakan merujuk pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diselaraskan dengan kebutuhan industri kapal pesiar internasional. Setidaknya ada tiga bidang fundamental yang menjadi fokus utama dalam pengujian kali ini:
-
Front Office (Kantor Depan): Pada bidang ini, peserta diuji kemampuannya dalam melakukan manajemen tamu, mulai dari proses check-in, check-out, hingga penanganan keluhan (handling complaint). Kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris menjadi aspek penilaian vital, mengingat target kerja mereka adalah lingkungan multinasional di kapal pesiar atau hotel bintang lima.
-
Housekeeping (Tata Graha): Bidang ini menguji ketelitian peserta dalam menjaga standar kebersihan dan estetika ruang. Dalam industri perhotelan, housekeeping adalah jantung dari kenyamanan tamu. Peserta harus menunjukkan kemahiran dalam penggunaan peralatan kebersihan modern serta pemahaman mendalam mengenai prosedur kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
-
Food and Beverage (F&B) Service: Sektor pelayanan makanan dan minuman menuntut profesionalisme tinggi. Peserta diuji mengenai etika jamuan makan internasional (table manner), pengetahuan menu, hingga ketangkasan dalam melayani tamu di restoran. Standar yang diujikan mencakup kecepatan, keramahan, dan ketepatan penyajian.
Tujuan utama dari rangkaian ujian intensif ini adalah untuk memvalidasi apakah keterampilan yang dimiliki peserta sudah sesuai dengan standar industri global. Peserta yang dinyatakan lulus dan kompeten akan menerima sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Perhotelan dan Kapal Pesiar Indonesia.
Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Standarisasi Industri
Keberhasilan acara ini merupakan buah dari kolaborasi apik antara berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut manajemen TUK AEC, tim penguji profesional dari LSK Perhotelan dan Kapal Pesiar Indonesia, perwakilan Forum Perhotelan, serta manajemen dari LKP Blambangan College.
Rudi Kurniawan, selaku Ketua LKP Blambangan, dalam sesi wawancaranya menegaskan pentingnya sertifikasi di era persaingan global saat ini. Menurutnya, pengalaman saja tidak cukup tanpa adanya pengakuan tertulis dari lembaga otoritas.
“Dunia kerja saat ini, terutama di sektor kapal pesiar luar negeri, sangat mengutamakan sertifikasi kompetensi. Melalui uji kompetensi perhotelan Banyuwangi yang kita gelar hari ini, kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan kami memiliki daya saing yang tinggi. Kami tidak ingin mereka hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Dengan sertifikat LSK, pintu karir di jaringan hotel internasional akan terbuka lebar bagi mereka,” tegas Rudi.
Rudi juga memaparkan bahwa persiapan untuk mengikuti ujian ini telah dilakukan selama berbulan-bulan melalui pelatihan intensif. “Kami membekali mereka dengan mentalitas baja dan kedisiplinan tinggi, karena bekerja di kapal pesiar membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa,” tambahnya.
Dampak Ekonomi dan Harapan Masa Depan
Penyelenggaraan uji kompetensi di wilayah pedesaan seperti Temuguruh membawa angin segar bagi pemerataan akses pendidikan. Hal ini membuktikan bahwa untuk menjadi tenaga profesional kelas dunia, pemuda daerah tidak harus selalu pergi ke kota besar untuk mencari pusat pelatihan.
Dengan adanya uji kompetensi perhotelan Banyuwangi yang diadakan secara rutin di TUK AEC, diharapkan Banyuwangi dapat terus menyumbangkan tenaga kerja terampil di sektor pariwisata. Hal ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan remitansi atau kiriman uang dari luar negeri yang dibawa pulang oleh para pekerja kapal pesiar, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda ekonomi di tingkat desa.
Sebagai penutup kegiatan, pihak penyelenggara berharap agar para peserta yang telah mengikuti ujian tetap terus belajar dan mengasah kemampuan komunikasi bahasa asing mereka. Dunia perhotelan adalah dunia yang dinamis, di mana keramahan dan keahlian teknis harus berjalan beriringan.
Dengan berakhirnya ujian kompetensi ini, langkah baru bagi 27 peserta tersebut baru saja dimulai. Mereka kini bersiap menyongsong masa depan di samudera luas, membawa nama baik Banyuwangi ke berbagai belahan dunia melalui profesionalisme di bidang perhotelan dan kapal pesiar.





















