Rumah Pohon Bersejarah Buleleng Resmi Jadi Wisata

banner 468x60

BULELENG BALI. Radarinspirasi — Desa Adat Buleleng merevitalisasi rumah pohon bersejarah di kawasan setra Desa Adat Buleleng, Singaraja, dan menetapkannya sebagai objek wisata berbasis sejarah dan budaya.

Rumah pohon yang berada di atas pohon kepuh berusia ratusan tahun itu dahulu digunakan sebagai pos pengintaian strategis untuk memantau aktivitas di Pelabuhan Buleleng, pusat perdagangan Bali Utara pada masa lalu. Fungsinya berlangsung sejak era kolonial Belanda hingga periode konflik nasional seperti G30S dan Dwikora.

banner 336x280

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, mengatakan rumah pohon tersebut menjadi titik penting pertahanan masyarakat Buleleng. Dari lokasi setinggi sekitar 30 meter, warga memantau pergerakan kapal dan potensi ancaman yang datang dari laut.

Revitalisasi dimulai pada 18 Januari 2026 dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kelestarian pohon. Proses pengerjaan melibatkan ahli tanaman untuk memastikan struktur pohon tetap sehat dan aman.

Saat ini, rumah pohon berukuran sekitar 2 x 2 meter itu difungsikan sebagai monumen sejarah dan belum dibuka untuk aktivitas naik ke atas. Faktor keselamatan pengunjung dan lokasi yang berada di area pemakaman menjadi pertimbangan utama.

Ke depan, Desa Adat Buleleng merencanakan pembangunan akses tangga yang aman serta penataan kawasan di bawah pohon sebagai taman dan ruang edukasi sejarah. Rumah pohon tersebut diharapkan menjadi ikon baru wisata kota Singaraja sekaligus sarana pengenalan sejarah perjuangan Bali Utara kepada generasi muda.(Red-Radarinspirasi)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed