GIANYAR, Radarinspirasi.com – Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, merayakan Hari Ulang Tahun ke-2 Temesi Waterfall, Minggu (8/2). Perayaan digelar di kawasan air terjun dan dirangkai dengan pelantikan pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengukuhan Forum Komunikasi Desa Temesi, serta penyerahan bagi hasil pengelolaan wisata kepada 13 pihak terkait.
Perbekel Temesi Ketut Branayoga mengatakan Temesi Waterfall dibangun melalui gotong royong warga sejak awal, meski sempat diragukan mampu berkembang sebagai destinasi wisata. Pada tahap awal, pengembangan dilakukan tanpa dukungan APBDes, dengan dana swadaya masyarakat sekitar Rp 50 juta untuk membuka akses menuju lokasi air terjun.
Pemerintah desa kemudian mengalokasikan anggaran melalui APBDes secara bertahap dengan total sekitar Rp 425 juta untuk pembangunan akses jalan, gedung, dan fasilitas dasar. Hingga memasuki tahun kedua operasional, Temesi Waterfall telah menghasilkan pendapatan sekitar Rp 70 juta.
Pendapatan tersebut dibagikan kepada 13 pihak yang terlibat langsung, terdiri dari tiga subak, empat pemilik lahan, tiga banjar, BUMDes, dan dana cadangan desa sesuai kesepakatan. Branayoga menegaskan pembagian hasil dilakukan secara rutin agar manfaat pariwisata dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Desa Temesi menargetkan Temesi Waterfall tetap menjadi proyek percontohan pengembangan pariwisata desa dengan penambahan fasilitas pendukung seperti aula, kuliner, dan atraksi wisata lainnya.(Red-Radarinspirasi)
























