SINGARAJA, Radarinspirasi.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buleleng menegaskan pengawasannya tetap berjalan meski tahapan Pemilu telah selesai, dengan fokus utama menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan kualitas demokrasi di daerah.
Langkah ini ditegaskan dalam audiensi dan koordinasi Bawaslu Buleleng dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Buleleng, Senin (9/2), untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam pengawasan kehidupan politik pascapemilu.
Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, mengatakan Kesbangpol adalah mitra strategis dalam menjaga stabilitas politik dan demokrasi. “Pemilu sudah usai, tetapi tugas Bawaslu tidak berhenti. Fokus kami adalah memastikan netralitas ASN tetap terjaga,” tegas Carna.
Bawaslu Buleleng terus melakukan kegiatan kelembagaan seperti sosialisasi pengawasan partisipatif dan konsolidasi demokrasi dengan pemangku kepentingan, untuk menepis anggapan bahwa pengawasan hanya aktif saat pemilu.
Anggota Bawaslu, Gede Ganesha, menambahkan penguatan peran masyarakat menjadi kunci pengawasan demokrasi. Sepanjang tahun sebelumnya, Bawaslu telah melaksanakan pendidikan pengawasan partisipatif agar masyarakat memahami hak dan perannya. “Pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan penyelenggara. Partisipasi masyarakat penting untuk mencegah pelanggaran sejak dini,” jelas Ganesha.
Selain itu, Bawaslu Buleleng tetap mengawasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan melalui uji petik serta pemutakhiran data partai politik, sebagai bagian dari pengawasan sistem politik secara menyeluruh.
Kepala Kesbangpol Buleleng, Nyoman Widiartha, mengapresiasi peran Bawaslu dan menegaskan dukungan terhadap pendidikan politik serta penyampaian regulasi terkait netralitas ASN hingga tingkat kecamatan dan desa. “Dengan pengawasan bersama ini, demokrasi dan netralitas aparatur negara terus terjaga, tidak hanya saat pemilu, tetapi juga dalam tugas sehari-hari ASN,” kata Widiartha. (Red-Radarinspirasi)















