Giri Prasta: Harmoni Tionghoa–Bali Kuatkan Pembangunan

Nasional1 Dilihat
banner 468x60

DENPASAR, Radarinspirasi.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali di Hongkong Garden, Sanur, Jumat (20/2/2026).

Membacakan sambutan Gubernur Bali Wayan Koster, Giri Prasta menegaskan hubungan historis dan kultural masyarakat Tionghoa dan Bali telah terjalin ratusan tahun serta melahirkan akulturasi budaya yang harmonis.

banner 336x280

“Akulturasi Tionghoa dan Bali terlihat dalam arsitektur pura, penggunaan pis bolong dalam upacara, seni, tradisi hingga kuliner. Ini bukti kebersamaan yang telah menyatu,” ujarnya.

Ia menyebut peran INTI Bali strategis dalam memperkuat persatuan dan pemberdayaan masyarakat Tionghoa agar berkontribusi aktif menjaga keutuhan bangsa. Semangat tersebut dinilai selaras dengan visi pembangunan Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Tema perayaan tahun ini, “Satu Langkah, Banyak Warna, Merajut Kebersamaan”, dinilai mencerminkan kekuatan keberagaman sebagai fondasi Bali. Momentum Imlek juga didorong menjadi penguatan kolaborasi ekonomi kerakyatan melalui UMKM, menjaga stabilitas sosial, serta mengawal visi 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125.

“Tidak ada mayoritas atau minoritas. Kita semua bagian dari keluarga besar Indonesia,” tegasnya.

Ketua INTI Bali Putu Agung Prianta mengatakan Imlek bukan sekadar pergantian tahun, melainkan momentum memperkuat kebersamaan. Ia menyinggung hubungan Tionghoa dan Bali sejak era Dinasti Tang, termasuk kisah perkawinan raja Bali dengan putri Tiongkok Kang Ching Wie sebagai simbol akulturasi budaya.

Memasuki Tahun Kuda Api, ia menyebut simbol tersebut melambangkan energi, gairah, dan kemandirian untuk melangkah maju dengan semangat nasionalisme dan kolaborasi.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng menyatakan hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok terus berkembang. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 167,5 miliar dolar AS, meningkat 13,4 persen dari tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia ke Tiongkok tercatat 82,2 miliar dolar AS atau naik 15,6 persen.

Di sektor pariwisata, sebanyak 1,34 juta wisatawan Tiongkok berkunjung ke Indonesia sepanjang 2025, dengan 537.000 di antaranya ke Bali, meningkat 19 persen dibandingkan 2024.

Perayaan berlangsung meriah dengan prosesi yu sheng, pertunjukan barongsai dan liong, tarian tradisional Tionghoa, serta hiburan musik oriental. Acara juga diisi doa bersama untuk kesehatan, keharmonisan, serta kemajuan Bali dan Indonesia di tahun yang baru.

(Red-Radarinspirasi)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *