BALI, Radarinspirasi.com – Arus balik Lebaran 2026 mulai memadati Pelabuhan Padangbai, pintu masuk utama menuju Pulau Dewata. Memasuki H+4, ribuan penumpang yang sebelumnya meninggalkan Bali kini kembali berdatangan, memicu lonjakan aktivitas penyeberangan.
Data mencatat lebih dari 52 ribu pemudik telah keluar dari Bali pada periode mudik. Kini, tren arus balik menunjukkan peningkatan signifikan, meski otoritas menyebut situasi masih dalam kendali.
Ketua Gapasdap Pelabuhan Padangbai, I Ketut Purwita, mengungkapkan kepadatan mulai terlihat sejak Selasa. Untuk mengurai antrean, percepatan waktu bongkar muat sempat diterapkan di Pelabuhan Lembar, Lombok.
“Waktu bongkar muat di Lembar sempat dipercepat menjadi 60 menit. Namun saat ini kembali ke pola normal 90 menit, menyesuaikan fluktuasi jumlah penumpang,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Berdasarkan data ASDP, puncak arus balik diprediksi terjadi pada Kamis (26/3) dan Jumat (27/3). Libur panjang disebut menjadi faktor utama, karena pemudik cenderung memperpanjang masa tinggal sebelum kembali bekerja di Bali.
Selama masa mudik, Pelabuhan Padangbai tercatat melayani 16.881 unit kendaraan roda dua dan 1.447 unit kendaraan roda empat. Tingginya volume kendaraan ini menjadi indikator potensi lonjakan arus balik dalam dua hari ke depan.
Otoritas pelabuhan menyatakan kesiapan armada dan fasilitas terus dipantau untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan. Namun efektivitas pengaturan waktu bongkar muat dan kapasitas layanan akan menjadi penentu utama apakah lonjakan arus balik dapat diantisipasi tanpa penumpukan signifikan di lintasan Padangbai–Lembar. (Red-Radarinspirasi)
























