IDAI Ingatkan Imunisasi Cegah Penyakit Musim Hujan

Pojok Kota1 Dilihat
banner 468x60

DENPASAR, Radarinspirasi.com – Penyakit yang kerap muncul saat musim hujan dapat dicegah hingga fase kritis dengan imunisasi lengkap dan terjadwal sesuai usia anak.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof Dr dr Anggraini Alam SpA, Subsp IPT(K), menegaskan pentingnya melengkapi imunisasi sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk mengejar imunisasi yang belum terpenuhi.

banner 336x280

“Jika imunisasi dilengkapi sesuai jadwal dan usia, maka perlindungan optimal bisa tercapai. Bila belum lengkap, segera dikejar,” ujarnya dalam webinar bersama IDAI, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, skema multiple injection atau imunisasi ganda memungkinkan beberapa vaksin diberikan dalam satu waktu. Selain itu, pemberian booster juga dianjurkan menjelang atau selama musim penghujan.

Anggraini mengingatkan masyarakat mewaspadai fase kritis sejumlah penyakit, salah satunya dengue. Fase ini ditandai turunnya demam di bawah 38 derajat Celcius tanpa obat, disertai gejala seperti nyeri perut, mual, muntah, lemas, perdarahan, mimisan, gusi berdarah, hingga kejang.

“Jika muncul tanda bahaya seperti perdarahan atau penurunan kesadaran, segera bawa ke rumah sakit,” tegasnya.

Pada kasus flu, orang tua diminta waspada jika anak mengalami demam tinggi, batuk, napas cepat, tarikan dinding dada, bibir membiru, atau tidak buang air kecil selama 5–6 jam. Kondisi lemas pada fase kritis juga menjadi tanda perlunya penanganan medis segera.

Selain itu, musim hujan meningkatkan risiko leptospirosis yang memiliki fase akut dan fase imun. Penyakit ini belum memiliki vaksin, namun dapat diobati dengan antibiotik karena disebabkan bakteri.

Fase diare juga perlu diwaspadai, terutama jika anak mengalami dehidrasi, feses berdarah, muntah hebat, demam tinggi, kejang, hingga sesak napas.

Anggraini menambahkan, campak dan rubella termasuk penyakit dengan penularan tinggi saat musim hujan dan berisiko menimbulkan komplikasi serius, mulai dari infeksi telinga, paru-paru, hingga otak. Rubella pada ibu hamil bahkan dapat menyebabkan kecacatan pada bayi.

Ia juga mengingatkan bahaya sindrom Reye pada anak penderita cacar air yang diberi aspirin, yang dapat merusak hati dan otak hingga membutuhkan ventilasi mekanik.

Selain itu, penyakit Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) atau flu Singapura juga perlu diwaspadai. Penyakit ini menyebabkan sariawan, anak sulit makan dan minum, berisiko dehidrasi, serta sangat mudah menular melalui droplet atau liur.

IDAI mengimbau masyarakat melengkapi imunisasi dan segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala fase kritis, guna mencegah komplikasi berat.

(Red-Radarinspirasi)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *