BANGLI, Radarinspirasi.com – Krama pangemong, pangempon, dan panyungsung Pura Alas Arum Batur mematangkan persiapan Karya Pamelaspas Bale Pemaruman dan Upacara Pujawali Sasih Kasanga I Saka 1947 Warsa 2026 Masehi. Rangkaian dudonan parikrama telah berjalan sejak 2 Februari dan dijadwalkan berakhir 10 Maret 2026.
Sejak awal Februari, krama pangempon melaksanakan gotong royong tahap demi tahap. Kegiatan diawali dengan ngawit makarya tetaring (pembuatan rompok) pada Senin (2/2), dilanjutkan penyiapan sarana upakara dan penataan prasarana pendukung upacara. Seluruh proses dilakukan bertahap guna memastikan kesiapan tempat serta kelengkapan yadnya sesuai sastra agama dan tradisi setempat.
Pamucuk Pura Alas Arum Batur, Jero Lingsir Makalihan, Sabtu (21/2), menegaskan persiapan telah disusun secara terstruktur. “Seluruh krama pangempon dan panyungsung bahu-membahu mempersiapkan sarana upacara sejak awal agar pelaksanaan karya berjalan lancar, tertib, dan sesuai tata upacara,” ujarnya didampingi Ketua Panitia Karya sekaligus Manggala Prawartaka Karya, Guru Nyoman Surata.
Keterlibatan pengayah dibagi dalam sejumlah tempek sesuai tugas masing-masing. Tempek Jero Undagi, Jero Gambel, dan Jero Baris fokus pada pendirian tetaring di utama mandala sebagai sarana peneduh dan penunjang upacara. Pengerjaan dilakukan terkoordinasi agar struktur kokoh dan tertata rapi.
Tempek Jero Batu Dangin dan Jero Batu Dauh menyiapkan kebutuhan logistik di puwaregan, termasuk konsumsi bagi pengayah dan krama. Kegiatan didukung prajuru dan kasinoman pura guna menjamin kelancaran seluruh tahapan.
Sementara itu, Tempek Roban dan Daha Bunga memperindah areal pura dengan menghias palinggih dan bangunan penataran. Penataan dilakukan detail untuk menciptakan suasana sakral dan bersih menjelang puncak karya. Krama istri bertanggung jawab menyiapkan banten dan sarana upakara, sedangkan krama lanang menangani pekerjaan konstruksi dan penataan areal.
Puncak karya dijadwalkan Kamis, 5 Maret 2026 (Pangelong Ping Kalih Sasih Kasanga), bertepatan Wrespati Umanis Ugu, dengan Upakara Ageng Karya Pujawali Kasanga. Sebelumnya digelar sejumlah tahapan, di antaranya Ngeruak Ngelantur Ngunggahang Sunari, Ngadegang Pengalang-alang, Negtegang, Ngingsah lan Penyangling, Mekarya Sanganan Suci, Nunas Tirta Solas, Bakthi Caru Rsi Gana, hingga Pamelaspas Bale Pemaruman pada Purnama Kasanga, Selasa (3/3).
Secara administratif, pura yang diempon sekitar 1.227 kepala keluarga ini berada di Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, di sebelah timur Pura Ulun Danu Batur. Selain krama Desa Adat Batur, pura juga mendapat dukungan spiritual dari sejumlah batun sendi seperti Tanggahan Gunung, Sribatu, Malet Gusti, Guliang Kangin, Bayung Gede, Buahan, Sekardadi, dan Banjar Sabang.
Jero Lingsir Makalihan menegaskan karya ini menjadi momentum mempererat persaudaraan antar panyungsung sekaligus menjaga kelestarian tradisi dan nilai spiritual masyarakat adat. Pihaknya optimistis pelaksanaan Karya Pamelaspas dan Pujawali Sasih Kasanga 2026 berlangsung khidmat dan lancar (Red-Radarinspirasi)
























