DENPASAR, Radarinspirasi.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Badung, Denpasar, Jumat (13/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, pedagang memanfaatkan momen dialog untuk mengeluhkan maraknya pencurian di pasar terbesar di Bali itu.
Wapres tiba sekitar pukul 07.30 Wita dan disambut Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta jajaran Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar. Selama sekitar 1,5 jam, Gibran berkeliling pasar mengecek harga cabai, bawang, daging, hingga komoditas strategis lain menjelang hari raya sebagai langkah antisipasi inflasi daerah.
Di sela pemantauan, sejumlah pedagang menyampaikan keluhan soal keamanan. Ketut Adi Listiari (52), pedagang asal Padangsambian yang telah 15 tahun berjualan, mengaku sering kehilangan barang dan uang tunai.
“Sering terjadi pencurian, bukan hanya saya. Di lantai dua dan area luar juga pernah. Kami sampai pasang CCTV sendiri, tapi masih kecolongan,” ujarnya. Kerugian disebut mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per kejadian. Ia berharap jumlah petugas keamanan ditambah dan pengawasan diperketat.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar IB Kompyang Wiranata menyatakan segera melakukan evaluasi internal. Menurutnya, petugas keamanan sudah ada namun jumlahnya terbatas sementara akses pintu masuk pasar cukup banyak.
“Kami akan atensi dan rapatkan untuk memaksimalkan pengamanan, termasuk kaji penambahan pagar, optimalisasi CCTV, dan penambahan petugas di titik rawan,” katanya.
Selain isu keamanan, kunjungan Wapres juga menyoroti percepatan digitalisasi transaksi di pasar tradisional. Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Wapres mengapresiasi langkah digitalisasi yang telah berjalan sebagai bagian dari penguatan ekosistem perdagangan modern dan transparan.
Wapres juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga melalui subsidi. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menjelaskan Pemkot menyalurkan subsidi melalui unit Swakajaya di Pasar Badung, dengan potongan sekitar Rp3.000 untuk komoditas prioritas.
Saat ini, inflasi Kota Denpasar tercatat sekitar 3,6 persen per tahun, sedikit di atas rata-rata nasional 3,5 persen. Komoditas yang menjadi fokus pengendalian antara lain gula, beras, telur, dan cabai.
Data di lapangan menunjukkan harga cabai rawit naik dari Rp70 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram akibat musim hujan. Daging ayam juga naik dari Rp36 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram dalam 10 hari terakhir. Sementara harga cabai merah besar Rp35 ribu/kg, tomat Rp12 ribu/kg, bawang merah dan putih Rp35 ribu/kg, telur Rp53 ribu per krat, dan daging sapi Rp120 ribu/kg relatif stabil.
Perumda Pasar menganggarkan Rp500 juta per tahun untuk subsidi harga. Atas arahan Wapres, pengelola berupaya menambah jumlah pedagang penerima subsidi dengan tetap memperhitungkan kemampuan anggaran.
Usai dari Pasar Badung, Wapres melanjutkan agenda ke Politeknik Pariwisata Bali untuk bersilaturahmi dengan pelaku usaha pariwisata. (Red-Radarinspirasi)
























