DENPASAR, Radarinspirasi.com – PT Pertamina Patra Niaga melakukan pengecekan atas dugaan matinya sejumlah pohon mangrove di kawasan Benoa, Denpasar Selatan, Jumat (20/2/2026). Lokasi berada di sisi barat pintu masuk Tol Bali Mandara dan sempat dikaitkan dengan kebocoran pipa bahan bakar minyak (BBM).
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyatakan pengecekan awal dilakukan bersama aparat Polairud melalui Terminal BBM Sanggaran sebagai fasilitas terdekat.
“Dari hasil pengecekan visual di lapangan, tidak ditemukan adanya lapisan minyak maupun bau menyengat BBM,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Pertamina juga menghadiri rapat koordinasi yang digelar Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali pada hari yang sama untuk membahas kondisi mangrove tersebut. Sebagai tindak lanjut, perusahaan akan menelusuri kronologis kegiatan operasional beberapa bulan terakhir, termasuk pekerjaan pipanisasi di sekitar kawasan Benoa.
Ahad menegaskan operasional perusahaan dijalankan sesuai kaidah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), disertai pemeriksaan berkala serta pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Saat ini kami masih melakukan investigasi lebih lanjut, termasuk pengecekan terhadap ekosistem yang terdampak untuk memastikan penyebab matinya pohon mangrove tersebut,” katanya.
Percepatan pemulihan kawasan mangrove terdampak seluas sekitar 60 are akan dilakukan secara kolaboratif bersama perusahaan lain di kawasan Benoa sesuai arahan DKLH Provinsi Bali.
Hingga kini, penyebab pasti kematian mangrove masih dalam penelusuran. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dan pihak terkait terus berkoordinasi untuk memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga (Red-Radarinspirasi)
























