Sekolah Didorong Jadi Garda Depan Pengelolaan Sampah

Pojok Kota1 Dilihat
banner 468x60

DENPASAR, Radarinspirasi.com – Pemerintah Kota Denpasar mulai menekan sektor pendidikan agar menjadi ujung tombak program pengelolaan sampah berbasis sumber. Arahan tersebut disampaikan langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat sosialisasi kepada satuan pendidikan di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Jumat (6/3).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur PGRI Bali dan Kota Denpasar, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SD, SMP, dan SMA negeri maupun swasta se-Kota Denpasar. Turut hadir Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya yang juga Ketua PGRI Provinsi Bali, unsur Forkopimda, serta perwakilan organisasi perangkat daerah Pemkot Denpasar.

banner 336x280

Dalam forum itu, Jaya Negara menegaskan pemerintah ingin menguji komitmen satuan pendidikan terhadap program pengelolaan sampah berbasis sumber yang selama ini digulirkan. Ia menilai sekolah memiliki posisi strategis untuk menanamkan pola pengelolaan sampah sejak dini kepada generasi muda.

Menurutnya, sebagian sekolah di Denpasar disebut telah menjalankan praktik pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Namun pemerintah menginginkan langkah tersebut diperkuat dan dijalankan secara lebih sistematis.

Tekanan percepatan program ini juga muncul setelah kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, ke Denpasar pada Kamis (5/3). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat meminta Pemkot Denpasar mempercepat langkah konkret pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai antisipasi kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang terus menghadapi tekanan volume sampah.

Jaya Negara menegaskan prioritas utama saat ini adalah memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, baik di rumah tangga maupun sekolah. Pemkot Denpasar juga mengklaim telah melakukan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat serta mendistribusikan komposter sebagai alat pengolahan sampah organik.

Keterlibatan sektor pendidikan juga diperkuat melalui Instruksi Wali Kota Denpasar Nomor 100.3.4.3/1/HK Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Regulasi tersebut mewajibkan pemilahan sampah di sumber, pengumpulan sampah anorganik bernilai ekonomis untuk disalurkan ke bank sampah, pengolahan sampah organik dengan berbagai metode, serta pengurangan penggunaan kemasan sekali pakai khususnya plastik.

Instruksi itu juga menekankan pembentukan kebiasaan baru di lingkungan sekolah, mulai dari penerapan pemilahan sampah hingga pengembangan program sekolah peduli lingkungan yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Pemkot Denpasar menilai sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kebiasaan hidup berkelanjutan yang diharapkan berdampak langsung pada pola perilaku masyarakat.

Jaya Negara menegaskan sosialisasi tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Ia meminta dukungan nyata dari seluruh satuan pendidikan agar gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber dapat berjalan serentak di seluruh lapisan masyarakat Denpasar.

Sementara itu, Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyebut kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk memotivasi sekolah agar menjadi contoh dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, program ini telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama Pemkot Denpasar.

Ia menambahkan pemerintah tengah menyiapkan skema kompetisi sekolah percontohan pengelolaan sampah berbasis sumber yang direncanakan digelar bertepatan dengan peringatan Hari Guru pada November mendatang.

Ketua PGRI Denpasar, I Ketut Suarya, menyatakan pihaknya siap mendukung kebijakan tersebut. Organisasi guru itu berkomitmen mengintensifkan sosialisasi program pengelolaan sampah berbasis sumber kepada seluruh tenaga pendidik di Kota Denpasar.

(Red-Radarinspirasi)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *