JEMBRANA, Radarinspirasi.com – Semangat menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948/2026 menguat di Sekaa Teruna (ST) Eka Cita, Banjar Menega, Desa Adat Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Di bawah kepemimpinan Gusti Ayu Komang Rina Wahyuni (26), ST tersebut menegaskan komitmen menghadirkan ogoh-ogoh kreatif dan ramah lingkungan tanpa meninggalkan nilai tradisi.
Ketua ST Eka Cita yang akrab disapa Gek Rina menyebut antusiasme anggota sudah terlihat sejak tahap perencanaan. Pemuda-pemudi setempat aktif merancang tema, tokoh, dan konsep ogoh-ogoh sebagai simbol kebanggaan menyambut Tahun Baru Caka 1948.
“Semangat ngayah sangat terasa. Ogoh-ogoh bukan sekadar kewajiban adat, tetapi media ekspresi seni yang memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan pemanfaatan teknologi seperti artificial intelligence (AI) hanya sebatas referensi desain, mulai dari anatomi hingga tata warna. Namun, sentuhan manual dan nilai tradisi tetap menjadi roh utama karya.
“Teknologi boleh berkembang, tetapi jangan sampai menghilangkan taksu dan semangat ngayah,” tegasnya.
ST Eka Cita juga konsisten menggunakan bahan ulatan berbasis kertas dan lem sebagai pengganti styrofoam sejak lebih dari satu dekade terakhir. Selain itu, bahan daur ulang seperti kardus dan plastik dimanfaatkan untuk mendukung konsep ramah lingkungan.
Menurut Gek Rina, langkah tersebut selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Jembrana 2021–2026 “Mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia Berlandaskan Tri Hita Karana” melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, termasuk implementasi Atma Kerthi, Jana Kerthi, serta pelestarian lingkungan melalui Wana Kerthi, Danu Kerthi, dan Segara Kerthi.
Untuk Caka 1948, ST Eka Cita menganggarkan dana sekitar Rp20–30 juta. Proses pengerjaan dimulai sejak akhir Desember 2025, meliputi penyusunan konsep, pembuatan kerangka, pembentukan anatomi, pengecatan, hingga pemasangan ornamen.
Pemerintah Kabupaten Jembrana juga berencana menggelar lomba ogoh-ogoh dalam bentuk parade dan penilaian karya ST se-Jembrana. Rencana ini disambut positif oleh kalangan pemuda.
Di Jembrana, ogoh-ogoh dikenal menonjolkan kekuatan konsep, ekspresi, tata warna, dan pesan cerita, mulai dari tema pewayangan hingga kritik sosial. ST Eka Cita berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut agar kreativitas generasi muda berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya.
“Semoga Nyepi Caka 1948 berjalan lancar dan kondusif. Kami ingin ogoh-ogoh di Jembrana terus maju tanpa kehilangan nilai tradisi,” pungkasnya (Red-Radarinspirasi)
























