TABANAN, Radarinspirasi.com – Persiapan Festival Singasana III di Kabupaten Tabanan memasuki tahap penentuan setelah sepuluh ogoh-ogoh terbaik hasil seleksi tingkat kecamatan mulai dipindahkan menuju panggung utama Garuda Wisnu Singasana (GWS). Proses pengangkutan dilakukan secara bertahap mulai Selasa (10/3/2026) malam.
Pemindahan karya ogoh-ogoh berukuran besar tersebut dilakukan dengan pengaturan khusus untuk menghindari gangguan lalu lintas di kawasan kota Tabanan. Aparat kepolisian bersama Dinas Perhubungan diterjunkan untuk mengawal proses mobilisasi menuju area panggung utama festival.
Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Subagia, mengatakan teknis pengangkutan telah disepakati dalam rapat teknis bersama seluruh peserta. Proses pemindahan dijadwalkan dimulai pukul 21.00 WITA guna meminimalkan potensi kemacetan di jalur yang dilalui.
“Pengangkutan dibagi dua gelombang. Lima peserta dipindahkan pada 11 Maret dan lima lainnya pada 12 Maret agar arus lalu lintas tetap tertib,” jelas Subagia.
Setelah seluruh ogoh-ogoh tiba di kawasan GWS, para peserta dijadwalkan mengikuti gladi bersih pada 13 hingga 14 Maret 2026. Tahap ini menjadi persiapan terakhir sebelum tim juri tingkat kabupaten melakukan penilaian final terhadap karya yang dilombakan.
Puncak Festival Singasana III akan digelar pada Minggu (15/3/2026) melalui pawai ogoh-ogoh yang dimulai pukul 16.00 WITA. Rute pawai direncanakan bergerak dari depan GWS menuju Jalan Gunung Agung.
Setiap peserta akan diberikan waktu sekitar 10 menit untuk menampilkan atraksi utama di depan panggung kehormatan yang berada di sisi selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya sebelum kembali menuju titik akhir di Lapangan GWS.
Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi juga memperkuat pelestarian tradisi budaya Bali serta menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. (Red-Radarinspirasi)










































