DENPASAR, Radarinspirasi.com – Polda Bali mengerahkan 2.076 personel dalam pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah antisipasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Operasi Ketupat Agung 2026.
Ribuan personel tersebut terdiri dari 488 anggota Polda Bali dan 1.588 personel dari jajaran Polres di seluruh wilayah Bali. Mereka disiagakan untuk melakukan patroli, pengawasan, serta langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Kegiatan KRYD dilaksanakan selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Maret 2026. Operasi ini dilakukan mengingat potensi kerawanan biasanya meningkat menjelang hari raya seiring bertambahnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan pengerahan ribuan personel tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan sebelum dimulainya Operasi Ketupat Agung 2026.
“Sebanyak 2.076 personel kami kerahkan dalam KRYD ini sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap aman dan kondusif sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026,” ujarnya.
Di lapangan, personel melakukan patroli di sejumlah titik strategis seperti kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, pusat keramaian, hingga jalur utama yang menjadi pusat mobilitas masyarakat.
Adapun sasaran kegiatan ini meliputi penindakan terhadap peredaran minuman keras ilegal, praktik perjudian, prostitusi, penyalahgunaan narkoba, serta penggunaan dan peredaran petasan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Selain itu, aparat juga memantau aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik lebih awal maupun kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Ariasandy menegaskan kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama bagi umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.
“Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dan beraktivitas dengan tenang. Melalui kegiatan ini kami berharap potensi kejahatan dan gangguan kamtibmas dapat ditekan secara maksimal,” katanya.
Selain mengintensifkan patroli, Polda Bali juga meningkatkan kesiapan personel dengan menggelar bimbingan teknis dan latihan pra Operasi Ketupat Agung 2026 di Gedung Presisi Polda Bali, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Karo Ops Polda Bali Kombes Pol Soelistijono didampingi Dirsamapta Polda Bali Kombes Pol Ronny Lumban Gaol serta Wadir Lantas Polda Bali AKBP I Gede Putra.
Latihan pra operasi itu mengusung tema peningkatan kemampuan dan profesionalisme Polri dalam pelayanan pengamanan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menurut Soelistijono, latihan pra operasi bertujuan menyamakan persepsi serta meningkatkan kesiapsiagaan personel yang akan terlibat langsung dalam pengamanan hari raya.
“Latihan pra operasi ini merupakan momentum terbaik bagi Polri untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan sikap humanis personel dalam menjalankan tugas di lapangan, termasuk kesiapan perlengkapan serta ketepatan dalam mengambil tindakan saat melayani masyarakat.
Dengan penguatan patroli dan peningkatan kemampuan personel, Polda Bali berharap situasi keamanan di Pulau Dewata tetap kondusif sehingga perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri dapat berlangsung aman dan tertib. (Red-Radarinspirasi)


































