BALI, Radarinspirasi.com – Arus balik libur Nyepi-Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk melonjak tajam. Dalam 24 jam terakhir, sebanyak 50.803 orang dan 14.831 unit kendaraan tercatat masuk ke Bali melalui jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Lonjakan ini menjadi sinyal awal memuncaknya mobilitas pascalibur panjang yang berpotensi menekan sistem pengamanan dan pengawasan pintu masuk Pulau Dewata.
Manajer Usaha PT ASDP Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengonfirmasi peningkatan volume kendaraan tersebut. Namun ia mengklaim arus lalu lintas di dalam area dermaga masih terkendali tanpa antrean panjang. Meski demikian, kepadatan kendaraan pribadi dan bus antarkota mulai mendominasi pola kedatangan.
Prediksi puncak arus balik disebut akan terjadi pada akhir pekan, mulai Jumat hingga Minggu. Jika proyeksi ini akurat, maka intensitas pergerakan manusia dan kendaraan diperkirakan melampaui rata-rata harian saat ini, memicu potensi perlambatan layanan penyeberangan maupun kepadatan di jalur keluar pelabuhan.
Situasi ini mendorong aparat memperketat pengamanan. Polres Jembrana mengintensifkan Operasi Ketupat 2026 dengan fokus pengawasan di Pos 2 Pelabuhan Gilimanuk. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara manual menggunakan metal detector, tetapi juga melibatkan unit anjing pelacak (K-9) dari Sat Brimobda Polda Bali.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menegaskan pemeriksaan berlapis dilakukan untuk mencegah masuknya narkotika, bahan peledak, maupun barang terlarang lainnya. Setiap kendaraan yang turun dari kapal diperiksa secara selektif dan acak guna memastikan tidak ada celah pengamanan di tengah lonjakan arus balik.
Langkah ini menjadi krusial mengingat Pelabuhan Gilimanuk merupakan gerbang utama keluar-masuk Bali melalui jalur darat. Lonjakan mobilitas yang tidak diimbangi pengawasan ketat berisiko membuka celah gangguan keamanan di tengah padatnya pergerakan masyarakat pascalibur panjang.*** (Red-Radarinspirasi)***










































