Anak SD Nyanyikan Gending Rare di Taman Budaya

banner 468x60

DENPASAR, Radarinspirasi.com – Puluhan siswa sekolah dasar mengikuti kegiatan Malajah Sambil Maplalianan Gending Bali (Sekar Rare) di Gedung Kriya Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (6/2). Kegiatan ini mendekatkan anak-anak dengan gending tradisional Bali yang sarat nilai budaya dan makna.

Dipandu akademisi sastra Bali Universitas Udayana I Nyoman Duana Sutika, siswa diajak menyanyikan sejumlah gending rare seperti Putri Cening Ayu, Made Cenik, Dadong Dauh, dan De Ngaden Awak Bisa. Selain bernyanyi, peserta juga diberikan pemahaman sederhana tentang makna di balik setiap lagu.

banner 336x280

Duana Sutika menjelaskan, gending Made Cenik mengandung pesan sejarah terkait masa penjajahan. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mengapresiasi kemampuan anak-anak dalam menyanyikan lagu tradisional yang kini semakin jarang diajarkan di sekolah.

Kepala Bidang Sejarah dan Dokumentasi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Made Dana Tenaya menyebut anak-anak saat ini kian jarang mengenal gending rare tradisional. Ia berharap Bulan Bahasa Bali menjadi momentum untuk menguatkan kembali pengenalan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan teknologi.

Dana Tenaya menegaskan pelestarian gending rare tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga. Menurutnya, peran orang tua penting untuk mengenalkan nilai budaya Bali kepada anak sejak lingkungan rumah.(Red-Radarinspirasi)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *