Anjing Diduga Rabies Teror Pasar Buleleng

Pojok Kota4 Dilihat
banner 468x60

BULELENG Radarinspirasi.com – Kepanikan melanda kawasan Pasar Buleleng pada Minggu pagi (8/3/2026) setelah seekor anjing liar yang diduga terinfeksi rabies menyerang warga secara brutal. Sedikitnya 15 orang dilaporkan menjadi korban gigitan sebelum hewan tersebut akhirnya dilumpuhkan oleh warga.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 Wita ketika sejumlah pecalang Banjar Adat Delod Peken sedang bertugas mengatur parkir di sekitar kawasan Puri Kanginan Singaraja. Saat itu mereka melihat seekor anjing dengan perilaku tidak biasa dan mencoba menghalaunya dari area pasar.

banner 336x280

Namun upaya tersebut justru memicu agresivitas hewan tersebut hingga menyerang warga yang tengah beraktivitas di sekitar pasar.

Lurah Kendran, Made Sumardika, mengatakan situasi berlangsung sangat cepat dan membuat warga panik.

“Begitu diusir, anjing itu malah berbalik menyerang warga yang sedang berbelanja. Situasinya sangat cepat dan mengagetkan,” ujar Sumardika saat dikonfirmasi.

Setelah menyerang sejumlah warga di sekitar pasar, anjing tersebut berlari menuju kawasan Kampung Singaraja dan kembali menyerang warga di sekitar Masjid Nurul Mubin. Karena dinilai membahayakan keselamatan warga, pecalang akhirnya melumpuhkan hewan tersebut hingga mati di lokasi.

Para korban yang berasal dari beberapa wilayah seperti Liligundi, Paket Agung, dan Kendran langsung dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah satu korban, Nyoman Aryani (58), dilaporkan mengalami luka serius. Selain luka gigitan, ia juga mengalami patah tulang pada tangan kiri akibat terjatuh saat berusaha menghindari serangan anjing tersebut.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, membenarkan kejadian tersebut. Tim dokter hewan dari Puskeswan Kecamatan Buleleng telah mengambil sampel otak anjing untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan dugaan rabies.

“Secara klinis, melihat perilaku dan tingkat agresivitasnya yang sangat tinggi, dugaan kuat memang mengarah ke rabies,” kata Melandrat.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah berencana melakukan vaksinasi massal terhadap anjing di wilayah terdampak serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait ciri-ciri hewan yang diduga terinfeksi rabies.

Masyarakat juga diimbau segera melapor jika menemukan hewan dengan perilaku mencurigakan, seperti agresif mendadak, mengeluarkan air liur berlebih, atau menunjukkan ketakutan terhadap cahaya dan air.

Selain itu, warga yang mengalami gigitan anjing diminta segera mencuci luka menggunakan sabun di bawah air mengalir selama minimal 15 menit dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin anti rabies. (Red-Radarinspirasi)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *