SURABAYA – Balai Pemuda menjadi saksi semarak peringatan 20 tahun pengakuan Keris sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO. Acara syukuran ini digelar pada hari Kamis, 20 November 2025, pukul 20.00 WIB, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan dengan menyelenggarakan pameran pusaka (tosan aji) dan batu akik.
Salah satu peserta pameran yang turut memeriahkan acara ini adalah Nur Baha, yang akrab disapa Abah Baha, seorang sesepuh berusia 66 tahun. Dalam wawancara singkat, Abah Baha menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat terus diadakan secara berkelanjutan.
“Tujuan utamanya adalah mengenalkan dan melestarikan budaya nusantara. Saya lihat antusias pengunjung malam ini juga sangat banyak, ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur,” ujar Abah Baha.
Beliau secara khusus menitipkan pesan kepada generasi muda untuk tidak hanya sekadar mengetahui, tetapi juga aktif dalam upaya pelestarian budaya nusantara. Tosan aji atau pusaka, seperti keris, adalah peninggalan sejarah yang dahulu digunakan oleh nenek moyang dalam perjuangan melawan penjajah.
“Harapan saya, generasi muda jangan hanya melihat tosan aji ini dari sudut pandang mistisnya saja. Tetapi, lihatlah dari sejarah dan proses pembuatannya yang penuh filosofi. Dengan mengenal dan melestarikan budaya nusantara ini, kita berharap generasi muda dapat mewarisi semangat juang dari para nenek moyang kita,” tegas Abah Baha.
Pameran ini diharapkan menjadi jembatan bagi generasi saat ini untuk terhubung kembali dengan nilai-nilai luhur dan semangat kepahlawanan yang tertanam dalam setiap bilah pusaka.






“Tujuan utamanya adalah mengenalkan dan melestarikan budaya nusantara. Saya lihat antusias pengunjung malam ini juga sangat banyak, ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur,” ujar Abah Baha.
“Harapan saya, generasi muda jangan hanya melihat tosan aji ini dari sudut pandang mistisnya saja. Tetapi, lihatlah dari sejarah dan proses pembuatannya yang penuh filosofi. Dengan mengenal dan melestarikan budaya nusantara ini, kita berharap generasi muda dapat mewarisi semangat juang dari para nenek moyang kita,” tegas Abah Baha.
































