Bali Budaya 2025: Perpaduan Teknologi AR di Panggung Seni dan Pesta Gastronomi Heritage

banner 468x60

DENPASAR & UBUD – Pulau Dewata bersiap menyambut gelombang wisatawan pada pertengahan tahun 2025 dengan dua perhelatan akbar: Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII dan Ubud Food Festival (UFF). Tahun ini, Bali tidak hanya memamerkan warisan leluhur, tetapi juga membuktikan diri sebagai destinasi yang adaptif terhadap teknologi digital.

PKB 2025: Menonton Tari dengan Kacamata Masa Depan

Pesta Kesenian Bali ke-47 yang berlangsung mulai 21 Juni hingga 19 Juli 2025 mengusung tema “Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya” (Harmoni Semesta Raya). Yang mencuri perhatian tahun ini adalah integrasi teknologi Augmented Reality (AR) di area Taman Budaya Art Center, Denpasar.

banner 336x280

Melalui aplikasi khusus, pengunjung dapat mengarahkan ponsel mereka ke arah panggung atau instalasi seni untuk melihat narasi digital. Misalnya, saat tarian sakral dipentaskan, teknologi AR akan memunculkan teks penjelasan mengenai sejarah, makna gerakan, hingga filosofi kostum dalam berbagai bahasa secara real-time. Inovasi ini menjadi magnet bagi turis mancanegara yang ingin memahami kedalaman budaya Bali lebih dari sekadar visual.

Ubud Food Festival: Merayakan “Heritage” di Meja Makan

Sebelum kemeriahan PKB, para pecinta kuliner akan dimanjakan di Ubud Food Festival yang digelar pada 30 Mei hingga 1 Juni 2025. Memasuki tahun ke-10, UFF mengangkat tema “Heritage”.

Festival ini menjadi panggung bagi lebih dari 100 koki internasional dan maestro kuliner lokal (seperti Sisca Soewitomo) untuk mengeksplorasi teknik memasak kuno yang dipadukan dengan standar fine dining. Turis dapat mengikuti Masterclass eksklusif atau sekadar mencicipi makanan lokal langka di area Food Market yang legendaris di Taman Kuliner, Sanggingan.

Magnet bagi Fotografer dan Kreator Konten

Bagi para fotografer, PKB 2025 menawarkan momen ikonik dalam Parade Gong Kebyar dan Wimbakara (lomba) yang penuh warna. Sementara bagi para foodies dan influencer, sudut-sudut Ubud yang estetik selama festival kuliner menjadi latar belakang sempurna untuk konten media sosial yang berkualitas.

“Tahun 2025 adalah tahun di mana kami menunjukkan bahwa budaya Bali tetap kokoh pada akarnya, namun tangannya terbuka lebar merangkul inovasi masa kini,” ujar salah satu kurator seni di Art Center.

banner 336x280

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *