BANGLI, Radarinspirasi.com – Pemerintah Kabupaten Bangli mempercepat digitalisasi layanan kependudukan dengan menggencarkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari piloting Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital tahun 2026.
Bangli menjadi salah satu dari 40 daerah di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba program nasional tersebut. Langkah ini merupakan tindak lanjut Permendagri Nomor 72 Tahun 2022 untuk memastikan integrasi data kependudukan dalam penyaluran bantuan sosial berjalan transparan, akurat, dan tepat sasaran.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk I Gede Parasara mengatakan aktivasi IKD difokuskan kepada para petugas lapangan yang terlibat langsung dalam program jaminan sosial. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Sosial P3A Bangli sebagai koordinator pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), perangkat desa dan kelurahan, hingga kepala lingkungan dan kepala dusun di seluruh wilayah Bangli.
“Transformasi ini adalah langkah nyata memodernisasi validasi data di lapangan. Dengan IKD, petugas lebih mudah melakukan verifikasi dan validasi data warga secara real-time,” ujarnya dalam kegiatan di Ruang Rapat Kantor Bersama Loca Carana, Selasa (10/2).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Bangli I Nyoman Murditha menegaskan pihaknya memastikan kesiapan infrastruktur teknologi, termasuk jaringan dan stabilitas sistem, agar implementasi IKD berjalan tanpa kendala teknis.
Menurutnya, keberhasilan program percontohan ini akan menjadi tolok ukur nasional dalam penerapan sistem perlindungan sosial berbasis digital.
Melalui percepatan digitalisasi tersebut, Pemkab Bangli menargetkan penghapusan berbagai kendala administratif, seperti penggunaan dokumen fisik yang rawan rusak atau hilang, sekaligus meningkatkan efisiensi layanan publik.
Pemkab Bangli optimistis sinergi lintas instansi mampu membangun ekosistem digital yang kuat guna mendukung kesejahteraan masyarakat di tengah transformasi teknologi, dengan layanan yang lebih ringkas, akurasi data lebih tinggi, dan efisiensi waktu bagi masyarakat. (Red-Radarinspirasi)









































