BANGLI, Radarinspirasi.com – Menjelang pertemuan dua momentum besar keagamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah, aparat keamanan di Kabupaten Bangli meningkatkan kesiapsiagaan untuk menjaga stabilitas wilayah.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang digelar di Ruang Rupatama Tathya Dharaka, Senin (9/3/2026). Pertemuan ini melibatkan unsur TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan guna memetakan potensi kerawanan selama rangkaian perayaan keagamaan berlangsung.
Kapolres Bangli AKBP James I.S. Rajagukguk menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026 membutuhkan kesiapan maksimal dari seluruh unsur pengamanan.
“Kami mengajak seluruh unsur terkait untuk bersama-sama menyukseskan operasi ini. Laksanakan tugas secara maksimal dan kedepankan pelayanan agar situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, Polres Bangli menyiapkan sedikitnya 71 personel inti yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis. Kekuatan ini diperkuat oleh dukungan personel dari Kodim 1626 Bangli.
Dandim 1626 Bangli Letkol I Gede Arya Girinatha Utama menyatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar 120 prajurit TNI yang siap diterjunkan apabila dibutuhkan selama masa pengamanan.
Selain pengamanan di tempat ibadah, aparat juga menyoroti potensi lonjakan aktivitas masyarakat yang berimplikasi pada kepadatan lalu lintas. Rekayasa arus kendaraan pun disiapkan untuk mengantisipasi mobilitas warga menjelang dan saat hari raya.
Sementara itu, kegiatan takbir Idul Fitri di Kabupaten Bangli direncanakan dipusatkan di tiga lokasi utama, yakni Masjid Agung Bangli, Masjid Al-Muhajirin Kintamani, serta Masjid Nurul Iman di Desa Kutuh.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, aparat berharap sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan tokoh agama mampu menjaga kerukunan serta memastikan situasi keamanan tetap kondusif di tengah perayaan dua hari besar keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan. (Red-Radarinspirasi)




























