DENPASAR, Radarinspirasi.com – Banjir besar yang menerjang Kabupaten Buleleng hingga menelan korban jiwa memicu respons cepat Pemerintah Provinsi Bali. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, bantuan darurat mulai disalurkan kepada warga terdampak, terutama di Kecamatan Banjar, Senin (9/3/2026).
Distribusi bantuan difokuskan pada kebutuhan mendesak warga yang terdampak banjir bandang. Pemerintah provinsi menyalurkan air bersih, logistik kebutuhan dasar, serta mengerahkan peralatan berat untuk mempercepat penanganan dampak bencana yang masih berlangsung di sejumlah titik terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana, menyebut hingga tahap awal pihaknya telah mendistribusikan 55 ribu liter air bersih dan 100 paket logistik bagi warga.
Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok seperti sembako, pakaian, kompor, selimut, terpal, perlengkapan kebersihan, hingga matras untuk kebutuhan darurat para korban banjir.
“Pemerintah provinsi telah menyalurkan berbagai dukungan untuk membantu warga. Bantuan utama yang telah masuk adalah distribusi air bersih serta logistik bagi masyarakat terdampak banjir bandang,” ujar Teja, Selasa (10/3/2026).
Selain logistik, pemerintah juga menurunkan sejumlah peralatan teknis untuk mendukung percepatan penanganan di lapangan. Peralatan tersebut di antaranya satu unit truk tangki air, satu alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum, tiga unit tandon air, serta dua pompa alkon.
Pemerintah provinsi juga menyerahkan santunan uang tunai sebesar Rp15 juta kepada keluarga salah satu korban meninggal dunia yang proses upacara ngaben dilaksanakan pada Selasa (10/3/2026). Sementara itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) turut menurunkan satu unit alat berat tambahan untuk membantu pembersihan material lumpur dan kayu yang menumpuk di sejumlah lokasi terdampak.
Data penanganan bencana per 9 Maret 2026 mencatat sebanyak 408 rumah terdampak banjir bandang. Dari jumlah tersebut, 35 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Selain merusak permukiman warga, banjir juga menghantam dua tempat ibadah serta memutus jaringan distribusi air bersih di 11 desa di wilayah terdampak. Bencana ini menelan tiga korban jiwa, sementara satu orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Teja menjelaskan, pada Selasa (10/3/2026) tim di lapangan kembali melanjutkan operasi pencarian korban hilang, distribusi logistik tambahan, serta pembersihan material banjir yang masih menutup sejumlah akses permukiman.
Meski saat ini tercatat 77 unit rumah rusak di berbagai kecamatan terdampak, pemerintah menyebut angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan dan verifikasi kerusakan masih berlangsung.
“Data kerusakan masih mungkin bergerak seiring proses pendataan dan verifikasi yang masih berjalan di lapangan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Bali juga tengah menyiapkan skema bantuan lanjutan. Setelah proses verifikasi selesai, bantuan akan mencakup santunan bagi seluruh korban meninggal maupun hilang serta dana perbaikan rumah warga dan fasilitas umum yang rusak.
Banjir bandang sebelumnya menerjang Desa Banjar pada Jumat malam (6/3/2026). Peristiwa itu dipicu meluapnya Tukad Mendaum akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu yang kemudian menyapu permukiman warga di sekitarnya.
Dampak bencana meluas hingga ke lima kecamatan di Kabupaten Buleleng, yakni Kecamatan Banjar, Seririt, Sukasada, Busungbiu, dan Sawan.(Red-Radarinspirasi)


































