SIDOARJO, Radarinspirasi.com – Menjelang libur panjang Nataru 2025 2026, upaya mengurai kemacetan di kawasan padat lalu lintas Jl. Raya Waru akhirnya direalisasikan. Pemerintah memasang road barrier beton permanen sebagai pembatas jalur bus di depan exit Terminal Purabaya Bungurasih hingga mendekati Bundaran Waru, Sabtu (malam).
Pemasangan road barrier beton permanen untuk memisahkan jalur khusus bus terminal dengan lajur kendaraan umum.
Pekerjaan ini melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub), kepolisian lalu lintas, serta dukungan pemerintah daerah setempat.
Dilaksanakan pada Sabtu malam guna meminimalkan gangguan arus lalu lintas saat jam sibuk.
Sepanjang Jl. Raya Waru, mulai dari exit Terminal Purabaya Bungurasih hingga menjelang Bundaran Waru.
Kawasan tersebut kerap terjadi kemacetan akibat percampuran lajur bus dan kendaraan umum, sehingga sering terjadi saling serobot dan perlambatan arus.
Dengan memasang pembatas beton permanen, jalur bus kini terpisah jelas, sehingga pergerakan kendaraan menjadi lebih tertib, aman, dan terkontrol.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo menyatakan pemasangan barrier ini merupakan solusi jangka panjang. “Pemisahan jalur ini diharapkan mampu menekan kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta setempat menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan intensif.
“Kami akan menertibkan pengendara agar tidak melanggar pembatas yang sudah dipasang,” katanya.
Dukungan juga datang dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur yang menilai langkah tersebut tepat untuk kawasan penyangga Surabaya.
“Ini bagian dari manajemen lalu lintas terpadu di wilayah aglomerasi,” tegas perwakilan Dishub Jatim.
Dengan adanya road barrier beton permanen ini, diharapkan arus lalu lintas di Jl. Raya Waru semakin lancar, kemacetan berkurang, serta aktivitas masyarakat dan transportasi umum di sekitar Terminal Bungurasih berjalan lebih aman dan tertib.(Red)







































