BALI, Radarinspirasi.com – Realisasi belanja negara di Provinsi Bali hingga akhir 2025 mencapai Rp21,91 triliun atau 95,17 persen dari pagu. Angka tersebut terkontraksi 9,85 persen secara tahunan (year on year/yoy) seiring kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali Muhammad Mufti Arkan mengatakan, belanja negara di Bali masih didominasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp11,93 triliun, tumbuh 1,93 persen yoy. Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp7,57 triliun, disusul DAK Nonfisik Rp2,55 triliun.
Sebaliknya, Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mengalami kontraksi 20,79 persen yoy dengan realisasi Rp9,97 triliun. Penurunan terdalam terjadi pada belanja modal yang anjlok 60,31 persen yoy, hanya terealisasi Rp1,12 triliun.
Mufti menyebut satu-satunya komponen BPP yang tumbuh adalah belanja pegawai, naik 8,36 persen yoy menjadi Rp4,90 triliun, didorong penambahan CPNS dan PPPK.
Sementara itu, kinerja APBD regional Bali hingga Desember 2025 mencatatkan surplus Rp1,22 triliun dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Rp3,22 triliun. Total pendapatan daerah seluruh pemerintah daerah di Bali mencapai Rp33,08 triliun, tumbuh 1,91 persen yoy. Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi penopang utama dengan realisasi Rp19,75 triliun atau tumbuh 7,87 persen yoy.
Dari sisi belanja daerah, total realisasi mencapai Rp31,86 triliun, tumbuh 0,64 persen yoy. Belanja operasi masih mendominasi sebesar Rp21,69 triliun, terutama belanja pegawai Rp11,52 triliun. Belanja modal daerah justru tumbuh 23,15 persen yoy dengan realisasi Rp5,38 triliun.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Erwin Soeriadimadja menyatakan stabilitas ekonomi Bali tetap terjaga dengan inflasi terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen periode 2025–2027. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bali pada 2025 berada di kisaran 5,0–5,8 persen dan meningkat pada 2026 menjadi 5,4–6,2 persen, didukung pariwisata serta sektor unggulan lain seperti pertanian, ekonomi kreatif, dan investasi.(Red-Radarinspirasi)





























