GIANYAR, Radarinspirasi.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar mengklaim sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif sepanjang tahun anggaran 2025. Klaim tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Gianyar, Selasa (10/3/2026).
Dalam pemaparannya di ruang sidang utama DPRD Gianyar, Mahayastra menyebut beberapa indikator makro pembangunan daerah meningkat dan bahkan berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional.
Salah satu indikator yang disorot adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gianyar yang mencapai angka 80,96. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 80,23 dan menempatkan Gianyar dalam kategori IPM sangat tinggi.
Capaian itu juga diklaim melampaui IPM Provinsi Bali yang berada pada angka 79,37 serta IPM nasional sebesar 75,90.
Peningkatan indeks pembangunan manusia tersebut disebut sejalan dengan bertambahnya angka harapan hidup masyarakat Gianyar yang kini mencapai 76,14 tahun.
Di sektor ekonomi, pemerintah daerah melaporkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,89 persen sepanjang 2025, meningkat dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang tercatat 5,47 persen.
Pemerintah daerah juga mengklaim berhasil menekan angka kemiskinan hingga 3,71 persen, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 8,25 persen.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Gianyar disebut turun menjadi 1,55 persen atau setara dengan sekitar 5.036 orang yang masih tercatat belum bekerja.
Indeks Gini yang menggambarkan ketimpangan pendapatan juga dilaporkan turun menjadi 0,275, yang menurut pemerintah daerah menunjukkan tingkat kesenjangan ekonomi di Gianyar tergolong rendah.
Di sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan APBD 2025 tercatat mencapai Rp3,181 triliun atau sekitar 96,65 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp3,291 triliun.
Kontributor terbesar pendapatan daerah berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp1,997 triliun atau 98,63 persen dari target.
Selain indikator ekonomi, pemerintah daerah juga melaporkan adanya peningkatan dalam aspek tata kelola pemerintahan. Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) disebut meningkat menjadi 66,82.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar juga dilaporkan naik hingga mencapai angka 71,67.
Bupati Mahayastra dalam pidatonya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
“Kami berharap koordinasi dan kerja sama yang telah terjalin baik dengan DPRD selama ini dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan kemitraan yang harmonis dan pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat Gianyar.”(Red-Radarinspirasi)








































