Candi Kalibukbuk, Jejak Buddha di Bali Utara

Nasional51 Dilihat
banner 468x60

SINGARAJA BALI, Radarinspirasi.com – Meski dikenal sebagai Pulau Seribu Pura, Bali juga menyimpan jejak peradaban Buddha kuno. Salah satunya terlihat pada Situs Candi Kalibukbuk yang berada dekat Pantai Lovina, Singaraja, Buleleng. Candi Buddha ini diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-8 dan kini ditetapkan sebagai situs cagar budaya.

Sejarah Penemuan Situs
Mengutip data Disbud Buleleng, situs ini ditemukan secara tidak sengaja pada 1991 saat pembangunan kolam renang di belakang Hotel Angsoka. Dari penggalian itu muncul stupika—miniatur stupa berbahan tanah liat. Temuan serupa kembali muncul pada 1994 ketika warga, I Nengah Mawa, menggali sumur tua.

banner 336x280

Temuan ini mendorong Balai Arkeologi Denpasar melakukan penelitian dari 1994 hingga 2002, dilanjutkan dengan studi teknis arkeologi. Dari enam tahap ekskavasi, ditemukan berbagai artefak seperti batu bata bermotif sulur, relief gajah (Ghanesa) dan Ghana, serta sekitar 100 stupika dengan dasar batu andesit.

Hasil penelitian menyebut Candi Kalibukbuk berasal dari abad VIII–XIV Masehi. Kehadiran relief Ganesha menunjukkan adanya sinkretisme ajaran Siwa–Buddha pada masa itu. Selain itu, ditemukan pula fragmen periuk, kendi, pasu, hingga pecahan keramik yang menunjukkan keberadaan permukiman penganut Buddha di kawasan tersebut.

Mantra dan Nilai Keagamaan
Stupika dan meterai tanah liat yang ditemukan memuat mantra pemujaan Buddha, ditulis dengan huruf pre-Nagari berbahasa Sanskerta dalam lima baris, dikenal sebagai ve ie mantra. Mantra tersebut menjelaskan tentang ajaran sebab-akibat yang diterangkan oleh Buddha sebagai pedoman untuk menghilangkan penderitaan.

Pemugaran dan Fungsi Kini
Pemugaran candi selesai pada 2009, menghasilkan bentuk stupa dengan tiga bangunan: dua candi perwara dan satu candi induk, yang melambangkan kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu. Kini, Candi Kalibukbuk digunakan sebagai tempat pemujaan umat Buddha maupun Hindu, terutama saat Hari Raya Saraswati.

Terletak di Desa Kalibukbuk, kawasan wisata Pantai Lovina, situs ini terbuka untuk dikunjungi tanpa biaya. Pengunjung tetap diimbau menjaga etika dan kesopanan selama berada di area cagar budaya. (Red)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *