Jadwal Rerainan Bali Maret 2026 Diumumkan

Nasional10 Dilihat
banner 468x60

BALI, Radarinspirasi.com – Sejumlah hari suci atau rerainan dalam kalender Bali selama Maret 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat Hindu. Berdasarkan data yang dirilis melalui kalenderbali.org, rangkaian hari keagamaan tersebut berlangsung sepanjang bulan dengan berbagai makna spiritual serta ritual keagamaan yang masih dijaga secara turun-temurun.

Dalam kalender tersebut tercatat beberapa hari penting yang diperingati umat Hindu Bali. Rangkaian dimulai pada 3 Maret 2026 dengan perayaan Purnama, disusul 4 Maret 2026 yang bertepatan dengan Buda Keliwon Ugu.

banner 336x280

Memasuki pertengahan bulan, terdapat sejumlah rerainan yang memiliki nilai religius kuat, yakni Kajeng Keliwon Uwudan pada 14 Maret 2026 serta Tumpek Wayang yang jatuh pada hari yang sama. Pada perayaan Tumpek Wayang, umat Hindu melaksanakan upacara persembahan kepada Bhatara Iswara sebagai bentuk penghormatan terhadap kesenian, khususnya seni pewayangan, dengan harapan kesenian tetap lestari, memberi kebahagiaan, serta membawa keberkahan.

Selanjutnya, pada 18 Maret 2026 terdapat dua peringatan sekaligus yakni Buda Wage Kulawu dan Tilem. Pada hari tersebut umat melakukan pemujaan kepada Bhatara Rambut Sedhana yang dipercaya melimpahkan kemakmuran serta kesejahteraan.

Puncak rangkaian rerainan terjadi pada 19 Maret 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Pada hari suci tersebut umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian yang meliputi amati geni, amati karya, amati lelungan, dan amati lelanguan sebagai bentuk penyucian diri melalui meditasi dan pengendalian diri.

Sehari setelah Nyepi, masyarakat Hindu merayakan Ngembak Geni pada 20 Maret 2026 yang juga bertepatan dengan Hari Bhatara Sri. Momentum ini biasanya dimanfaatkan sebagai hari saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial setelah menjalani hari penyepian.

Rangkaian rerainan berlanjut pada 24 Maret 2026 dengan Anggar Kasih Dukut. Kemudian pada 29 Maret 2026 terdapat dua peringatan sekaligus yaitu Kajeng Keliwon Enyitan dan Kajeng Keliwon Pamelastali atau Watugunung Runtuh. Penutup rangkaian rerainan bulan tersebut jatuh pada 31 Maret 2026 dengan peringatan Paid-Paidan.

Sementara itu, dalam penanggalan dewasa ayu untuk Kamis, 12 Maret 2026, sejumlah penilaian hari juga dicatat dalam kalender Bali. Di antaranya Carik Walangati yang dinilai tidak baik untuk kegiatan pernikahan, upacara ngaben maupun membangun rumah.

Selain itu terdapat Geni Rawana yang dinilai baik untuk pekerjaan yang menggunakan unsur api, namun tidak dianjurkan untuk kegiatan seperti mengatapi rumah, melaspas, maupun bercocok tanam.

Penanggalan juga mencatat Kala Sungsang yang memiliki unsur berlawanan atau kontras sehingga dianggap kurang baik untuk pelaksanaan karya yadnya. Hal serupa juga berlaku pada Salah Wadi yang tidak dianjurkan untuk kegiatan Manusa Yadnya seperti pernikahan, potong rambut maupun upacara adat lainnya, serta Pitra Yadnya seperti penguburan dan ngaben.

Di sisi lain terdapat penilaian hari yang dianggap membawa keberuntungan, seperti Sampi Gumarang Turun yang dinilai baik untuk menanam padi, jagung serta kegiatan pembangunan rumah. Selain itu Sri Tumpuk disebut baik untuk kegiatan mencari burung atau mepikat.

Namun kalender tersebut juga mencatat Naga Naut yang dinilai kurang baik untuk kegiatan dewasa ayu atau upacara tertentu.

Dalam perhitungan penanggalan Bali untuk Kamis, 12 Maret 2026 juga disebutkan sejumlah unsur perhitungan lain, di antaranya Pararasan Laku Surya, Pancasuda Satria Wirang, Ekajalaresi Werdi Putra, serta Pratiti Tresna yang menjadi bagian dari sistem perhitungan tradisional dalam menentukan makna hari.

Informasi penanggalan tersebut hingga kini masih menjadi rujukan masyarakat Hindu Bali dalam menentukan waktu pelaksanaan berbagai kegiatan adat maupun ritual keagamaan. (Red-Radarinspirasi)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *