Masalah Asmara, Dua Siswa Bali Baku Hantam

Hukrim38 Dilihat
banner 468x60

SINGARAJA, Radarinspisrasi.com – Dua siswa SMA di Kabupaten Buleleng, Bali, terlibat perkelahian hingga videonya viral di media sosial. Aksi baku hantam tersebut diduga dipicu persoalan asmara.

Perkelahian itu terjadi di kawasan Pantai Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, pada Jumat (12/12/2025). Kedua remaja terlihat saling adu pukul, tendangan, hingga pitingan, sementara sejumlah teman mereka menonton dan merekam kejadian tersebut.

banner 336x280

Video berdurasi 1 menit 39 detik itu memperlihatkan satu siswa mengenakan kaos hitam dan celana pendek, sedangkan lawannya memakai kaos polo cokelat dengan celana pendek. Aksi perkelahian akhirnya dihentikan oleh teman-teman mereka, sebelum keduanya berjabat tangan dan berdamai.

Viralnya video tersebut membuat polisi turun tangan. Pada Sabtu (13/12/2025), aparat kepolisian mendatangi sekolah tempat kedua siswa menimba ilmu.

Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Derawi, mengatakan kedua remaja tersebut merupakan siswa kelas X di salah satu SMA Negeri di Buleleng. Keduanya berinisial Made KD dan Kadek W, serta berada dalam satu kelas.

Pihak sekolah kemudian memanggil kedua siswa beserta orang tua atau wali masing-masing. Dari hasil klarifikasi, diketahui perkelahian dipicu kesalahpahaman terkait hubungan asmara dengan seorang perempuan.

“Ada salah paham yang berawal dari masalah asmara dan berujung perkelahian,” ujar Kompol Derawi saat dikonfirmasi, Minggu (14/12/2025).

Melalui proses mediasi, kedua siswa sepakat berdamai dan tidak melanjutkan persoalan. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf serta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.

“Siswa diberikan pembinaan serta sanksi edukatif sesuai tata tertib sekolah,” imbuhnya.

Pasca peristiwa ini, pihak sekolah akan melakukan pemantauan terhadap perilaku siswa yang terlibat serta meningkatkan pembinaan karakter melalui kegiatan bimbingan dan konseling.

“Dengan terselesaikannya permasalahan ini, diharapkan seluruh siswa dapat menjaga nama baik sekolah, menjaga sikap, kedisiplinan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif,” tandas Kompol Derawi.(Red)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *