Pedagang Subuh Dijambret di Dalung

Hukrim10 Dilihat
banner 468x60

BADUNG, Radarinspirasi.com – Aksi penjambretan kembali terjadi di wilayah Kuta Utara, Kabupaten Badung. Seorang pedagang perempuan menjadi korban saat tengah menyiapkan dagangannya di sebuah warung di Jalan Pandu, Banjar Dukuh, Desa Dalung, Kamis (5/3/2026) dini hari.

Pelaku yang datang menggunakan sepeda motor secara tiba-tiba merampas kalung emas yang dikenakan korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.53 WITA, saat kondisi lingkungan masih relatif sepi.

banner 336x280

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau jambret yang menimpa seorang pedagang di kawasan tersebut.

“Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau jambret terhadap seorang pedagang yang sedang mempersiapkan dagangannya di warung miliknya di wilayah Dalung,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

Korban diketahui bernama Siti Juariyah (64), warga asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang sehari-hari berjualan di warung milik keluarganya yang dikenal sebagai Warung Bu Riska.

Saat kejadian, korban sedang menata dagangan berupa ikan segar yang akan dijual kepada pelanggan subuh.

Menurut keterangan kepolisian, aktivitas korban dimulai sekitar pukul 04.30 WITA ketika ia mulai mempersiapkan dagangannya. Beberapa menit kemudian, seorang pria datang mengendarai sepeda motor Honda PCX dari arah utara.

Pelaku kemudian memarkirkan kendaraannya di depan warung. Saat korban dalam posisi membelakangi pelaku dan sedang merapikan dagangan, pelaku mendekat dari arah belakang.

“Pelaku langsung menarik kalung emas yang dikenakan korban dari belakang,” jelas Inastuti.

Tarikan tersebut cukup kuat hingga menyebabkan kalung emas korban putus. Korban bahkan sempat terdorong sekitar satu meter dari posisi awal berdirinya akibat aksi pelaku.

“Pelaku hanya berhasil membawa sebagian kalung, diperkirakan sekitar seperempat bagian,” tambahnya.

Korban yang terkejut langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar oleh seorang saksi bernama Riska Lestari (25) yang berada di warung makan di sebelah lokasi kejadian.

Riska yang juga merupakan cucu korban segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban. Sementara pelaku telah lebih dahulu melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah selatan.

Polisi menyebut pelaku kabur melalui Jalan Raya Dama menuju Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara. Hingga kini identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), diketahui warung korban berada di sisi timur Jalan Pandu Dalung dan menghadap ke arah barat.

Di lokasi tersebut juga terdapat kamera pengawas (CCTV) yang mengarah langsung ke jalan.

“Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku datang dari arah utara menggunakan sepeda motor Honda PCX sebelum melakukan aksinya,” kata Inastuti.

Dalam rekaman itu terlihat pelaku mendekati korban dari belakang, menarik kalung secara paksa, lalu segera meninggalkan lokasi.

Selain kamera di lokasi kejadian, polisi juga menelusuri rekaman CCTV di beberapa titik lain yang diduga dilalui pelaku saat melarikan diri.

Dari rekaman CCTV di kawasan Joglo Dalung, terduga pelaku terlihat melintas antara pukul 04.48 hingga 04.52 WITA, namun kualitas gambar tidak cukup jelas untuk mengidentifikasi wajah pelaku.

Sementara rekaman kamera pengawas dari Ari Laundry di Jalan Raya Padonan, Tibubeneng, juga menunjukkan sepeda motor yang diduga digunakan pelaku melintas sekitar pukul 04.54 WITA menuju arah selatan.

“Namun gambar dari CCTV tersebut juga tidak terlalu jelas sehingga identifikasi pelaku masih terbatas,” jelasnya.

Berdasarkan analisis sementara, polisi menduga pelaku memiliki ciri-ciri berbadan kurus dengan tinggi sekitar 175 sentimeter.

Saat beraksi, pelaku mengenakan helm Honda hitam, jaket abu-abu, celana panjang warna gelap, serta masker hitam.

Pelaku juga diduga menggunakan sepeda motor Honda PCX hitam tanpa pelat nomor kendaraan.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp1 juta, yakni nilai dari seperempat bagian kalung emas yang berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

Meski mengalami kejadian tersebut, korban dilaporkan tidak mengalami luka serius.

Polisi telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, hingga menelusuri rekaman CCTV di beberapa titik sekitar lokasi.

“Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan dan kami terus menelusuri rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku,” ujar Inastuti.

Polisi menduga pelaku sengaja memanfaatkan situasi subuh hari yang masih sepi untuk melancarkan aksinya terhadap korban yang sedang menyiapkan dagangan.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya pedagang yang beraktivitas pada dini hari, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan.

“Apabila melihat aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

 (Red-Radarinspirasi)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *