Pemudik Curi Start Hindari Penutupan Nyepi

Pojok Kota10 Dilihat
banner 468x60

GILIMANUK, Radarinspirasi.com – Arus mudik Lebaran 2026 dari Bali menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mulai bergerak lebih awal. Sejumlah pemudik memilih berangkat sebelum puncak arus mudik untuk menghindari kemacetan sekaligus mengantisipasi penutupan total penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.

Pantauan di pelabuhan menunjukkan kendaraan roda dua dan mobil pribadi mulai berdatangan meski kondisi penyeberangan masih relatif lengang tanpa antrean panjang.

banner 336x280

Pemudik mengaku sengaja berangkat lebih awal karena khawatir terjebak di Bali saat layanan penyeberangan dihentikan selama rangkaian perayaan Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026.

Salah satu pemudik asal Jember, Khairudin, mengatakan dirinya tidak ingin mengambil risiko tertahan di Bali saat prosesi Nyepi dimulai.

“Sengaja berangkat lebih cepat biar tidak kena macet. Apalagi Lebaran tahun ini dekat dengan Nyepi, pelabuhan pasti tutup total. Mumpung masih sepi, perjalanan lebih nyaman,” ujarnya saat ditemui di kawasan pelabuhan.

Hal serupa disampaikan Abdul Wahid, pemudik asal Banyuwangi, yang memilih menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat agar bisa pulang sebelum kepadatan arus kendaraan meningkat.

“Kalau menunggu minggu depan kemungkinan sudah macet total,” katanya.

Pihak ASDP Pelabuhan Gilimanuk memprediksi lonjakan signifikan jumlah pemudik akan mulai terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026. Sementara puncak arus mudik diperkirakan berlangsung pada 15 hingga 16 Maret 2026, atau sekitar empat hari menjelang Lebaran.

Tahun ini jumlah penumpang diproyeksikan meningkat sekitar lima persen dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP menyiagakan 55 unit kapal yang akan beroperasi secara bergantian di lintasan Gilimanuk–Ketapang.

Selain itu, operator penyeberangan juga menyiapkan pola operasi bertahap mulai dari kondisi normal, padat hingga sangat padat serta mempercepat proses bongkar muat kapal jika terjadi penumpukan kendaraan.

Manajer Usaha ASDP Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengatakan pihaknya tidak menambah kapal besar jenis Lombok series pada musim mudik tahun ini karena armada yang tersedia dinilai masih mencukupi.

“Kami mengoptimalkan 55 kapal yang ada karena masih sangat mumpuni melayani arus mudik tahun ini. Namun kami tetap mengimbau masyarakat berangkat lebih awal agar tidak terkendala saat penyeberangan dihentikan selama Nyepi,” ujarnya.

Sesuai jadwal, layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang akan dihentikan sementara selama rangkaian Hari Raya Nyepi, mulai 18 Maret hingga 20 Maret pagi. Kebijakan tersebut membuat sebagian pemudik memilih mencuri start untuk memastikan bisa menyeberang sebelum pelabuhan ditutup total. (Red-Radarinspirasi)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *