Program Makan Gratis Picu Dampak Ekonomi Lokal

Nasional4 Dilihat
banner 468x60

DENPASAR, Radarinspirasi.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai dijalankan di sejumlah sekolah di Kota Denpasar. Selain menargetkan pemenuhan gizi siswa, program ini juga disebut memicu efek ekonomi di tingkat lokal.

Pemandangan itu terlihat di SD 12 Padangsambian ketika para siswa menikmati paket makan siang bergizi yang disajikan dalam nampan bersekat. Menu yang disediakan terdiri dari nasi putih, tumis sayuran buncis dan wortel, lauk-pauk, serta buah semangka.

banner 336x280

Salah seorang siswi bernama Kuning tampak antusias menikmati makanan yang diterimanya. Ia mengaku senang dengan porsi makanan yang menurutnya cukup banyak.

“Dapat tahu banyak,” ujarnya sambil tersenyum, sebelum mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas program tersebut.

Program MBG yang kini mulai diterapkan di Denpasar tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga disebut membawa dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Gerindra, Ngurah Aryawan, yang memantau langsung pelaksanaan program tersebut menegaskan pihaknya akan mengawasi pelaksanaan MBG agar berjalan sesuai standar.

“Ini bukan sekadar pemberian makanan, tapi investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kecerdasan bangsa. Kami di Fraksi Gerindra berkomitmen mengawal standar nutrisi dan higienitasnya,” ujar Ngurah.

Ia juga menilai program MBG memiliki efek berganda terhadap perekonomian masyarakat karena melibatkan rantai pasok bahan pangan dari sektor lokal.

Menurutnya, kebutuhan bahan makanan untuk program ini membuka peluang bagi petani, peternak, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk terlibat sebagai pemasok.

“Program ini tidak hanya menyasar persoalan gizi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Produk petani, peternak, dan UMKM lokal terserap langsung,” katanya.

Ngurah menyebut nilai manfaat sekitar Rp15 ribu per porsi yang berputar di tingkat lokal berpotensi menggerakkan roda ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil yang menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.

Ia menilai jika program ini dijalankan secara konsisten dengan pengawasan yang ketat, maka MBG dapat menjadi instrumen ganda untuk memperbaiki kualitas gizi anak sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

“Program ini perlu dikawal bersama agar benar-benar berdampak pada masa depan anak-anak sekaligus kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Red-Radarinspirasi)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *