TABANAN, Radarinspirasi.com – RSUD Tabanan akan menghadirkan ruang jenazah baru yang dilengkapi fasilitas forensik termasuk tindakan otopsi, menargetkan beroperasi penuh pada April 2026, setara layanan RS Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar.
Manajemen rumah sakit masih melakukan persiapan, mulai dari penataan jalur pipa menuju gedung jenazah hingga penguatan sumber daya manusia di unit forensik.
Direktur RSUD Tabanan, dr I Gede Sudiarta, menjelaskan gedung jenazah belum bisa difungsikan karena menunggu kelengkapan sarana prasarana dan kesiapan SDM. Gedung ini tidak hanya untuk penitipan jenazah, tetapi juga dilengkapi unit forensik.
Peresmian gedung dijadwalkan Maret 2026 menyesuaikan agenda Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, dengan harapan operasional dimulai April 2026 jika tidak ada kendala.
RSUD Tabanan menyiapkan tenaga forensik melalui pelatihan; saat ini tersedia satu dokter forensik, satu perawat, dan enam tenaga teknis yang sedang mengikuti pelatihan. Dukungan SDM ini memungkinkan pelayanan jenazah lebih lengkap dibanding sebelumnya.
Fasilitas ini menjadikan RSUD Tabanan sebagai rumah sakit daerah pertama di Tabanan dengan instalasi forensik lengkap, sehingga visum dan otopsi tidak lagi harus dirujuk ke Denpasar.
Kapasitas ruang forensik dirancang menampung hingga 54 jenazah dengan sistem penyimpanan kombinasi freezer dan rak bertingkat menyerupai loker. Beberapa jenazah masih disimpan di rak standar karena keterbatasan anggaran.
Gedung tiga lantai ini dibangun dengan anggaran DAK Rp 14,7 miliar; lantai pertama untuk pemulasaran jenazah, lantai dua untuk administrasi dan dokter forensik, serta lantai tiga untuk Instalasi Pemeliharaan Sarana. Dengan fasilitas baru, RSUD Tabanan diharapkan menjadi rumah sakit rujukan layanan forensik di Bali selain RS Prof dr IGNG Ngoerah. (Red-Radarinspirasi)










































